Selanjutnya dijelaskan bahwa Program yang dilaksanakan bersumber dari APBN Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2025. Dimana diharapkan kedepannya, Kabupaten Samosir ditargetkan harus mampu sebagai penghasil bawang putih dan dapat memenuhi konsumsi Masyarakat serta dalam mendukung swasembada bawang putih di Sumatera Utara bahkan nasional.
Selanjutnya Vandiko Gultom juga menyampaikan bahwa dengan adanya program tersebut,Pemerintah Kabupaten Samosir siap mendukung dan memfasilitasi kegiatan dalam pengembangan budidaya bawang putih setiap kelompok tani penerima manfaat di wilayah Kabupaten Samosir.
Baca Juga:
Kabupaten Samosir Dapat Bantuan 30 Titik Pembangunan Sumur Bor, Dari Program Karya Bhakti TNI
"Untuk itu Kami berharap kepada para petani dan kelompoknya, kiranya dalam melaksanakan budidaya bawang Putih dilakukan dengan sepenuh hati, ketulusan jiwa, semangat dan kekompakan agar dapat mencapai target dan hasil yang sebaik-baiknya.Dimana nantinya Seluruh hasil panen bawang putih tersebut nantinya akan menjadi milik kelompok/petani, Dan harapan kita bersama, penanaman bawang putih ini benar-benar dapat dikelola dengan baik,"ucap Bupati Samosir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom, dalan laporannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit bawang putih yang dilakukan merupakan arahan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Guna dapat
mentargetkan produktivitas bawang putih yang dapat menghasilkan Panene bawang putih 20 ton/hektar.
Tumiur Gultom juga menjelaskan bahwa kegiatan penanaman bawang putih yang dilaksanakan bertujuan dalam pengembangan kawasan 20 hektar, yaitu menumbuhkan kawasan sentra bawang putih baru diluar Jawa dan Nusa Tenggara Barat, sekaligus mendukung pencapaian target KSPP (Kawasan Sentra Produksi Pangan) di Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga:
Kepsek SMAN I Simanindo Apresiasi Kegiatan yang dilaksanakan PT.Inalum Dalam rangka Penyampaian Bantuan TJSL
Untuk itu Kadis Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir selanjutnya Akan menyiapkan para petani-petani bawang putih guna melakukan kegiatan budidaya bawang putih secara luas dan masif pada tahun berikutnya.
"Nantinya hasil dari bibit Bawang putih yang di tanam sekarang, Hasil panennya kedepannya haraparan dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi, branding dan promosi kepada masyarakat agar mengkonsumsi bawang putih lokal,"ucap Tumiur Gultom
Kadis Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan juga menyampaikan bahwa kegiatan Penanaman bibit Bawang Putih yang dilakukan melibatkan Dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Lamtana dan Kelompok Tani Santo Adrian is Pea Jolo, dari desa Maduma, dengan total luasan lahan 20 hektar, dengan jumlah benih 16 ton.