Ia menegaskan, kemajuan Samosir saat ini merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah yang didukung sinergitas seluruh pemangku kepentingan. Hal itu tercermin dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Di usia 22 tahun, Samosir telah menunjukkan kemandiriannya dengan capaian PAD yang meningkat. Ini membuktikan Samosir tetap kuat, kokoh, dan terus berinovasi, baik di bidang infrastruktur, pariwisata, maupun pertanian,” ujarnya.
Baca Juga:
Syukuran HUT Kabupaten Samosir Ke-22 Tahun di Selenggarakan 2 Hari, yang Akan di Hibur Artis Papan Atas Ungu
Terkait sejumlah isu miring yang beredar dalam perayaan Hari Jadi Samosir, Nasip menilai framing tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menjelaskan bahwa anggaran perayaan relatif kecil jika dibandingkan dengan nilai historis dan manfaat strategisnya.
"Momentum hari jadi justru menjadi sarana memperkuat identitas Samosir sebagai destinasi pariwisata berkelas internasional dan modal penting dalam mendorong pembangunan. Kami siap mendukung program-program ke depan demi kemajuan Samosir,” tegasnya.
Selain itu, Nasip mengapresiasi capaian pemerintah Kabupaten Samosir yang telah dirasakan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan yang ditanggung, program permodalan UMKM berupa pinjaman hingga Rp15 juta tanpa bunga, pembangunan infrastruktur, hingga upaya menuju Kabupaten Bersih yang diharapkan dapat mengantarkan Samosir meraih penghargaan Adipura.
Baca Juga:
Kabupaten Samosir Satu satunya Asal Propinsi Sumut Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih
Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Partukkoan Kab. Samosir Mangiring Naibaho menilai tema peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir sudah sangat tepat dan relevan dengan kondisi daerah saat ini. Mangiring mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
Mangiring juga menghimbau seluruh pihak yang pernah menjabat dan bekerja di Samosir agar terus menjalin kerja sama serta memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah saat ini. Ia menekankan agar tidak lagi muncul sikap saling hujat yang justru merusak persatuan.
“Kami dari masyarakat dan lembaga adat memantau perkembangan Samosir, termasuk dinamika di media sosial. Kami berharap tidak ada lagi hujat-menghujat,” ujarnya.