SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Parbaba, Dalam rangka memanfaatkan salah satu sampah dari masyarakat, dan juga dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD), Dinas lingkungan hidup Kabupaten Samosir lakukan terobosan dengan cara lakukan Pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi ada nilai ekonomis nya, Hal tersebut disampaikan Kadis Lingkungan hidup Edison Pasaribu melalui pesan WhatsApp nya. Jum'at (10/04/2026)
Kepala dinas (Kadis) Lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Samosir menyampaikan bahwa mereka saat ini ada program dalam Pengelolaan sampah yang harus dimulai dari sumber dengan melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah. Dimana hal ini dilakukan guna memanfaatkan sampah menjadi bernilai ekonomis.
Baca Juga:
Kadis Pendidikan Samosir Apresiasi Guru yang Berani Laporkan KDRT yang di Alami Muridnya
"Dalam program ini, Kita lakukan uji coba dalam satu minggu, Dimana dari 11(sebelas) Truk yang berisi sampah, Setelah dilakukan pemilahan kita dapatkan 7(tujuh) truk sampah yang dapat kita manfaatkan sampahnya dalam bidang ekonomisnya dan sisanya 4(empat) truk sampah yang mana sampah nya tak berguna di bawa menuju TPA,"tulis Kadis DLH Edison Pasaribu.
Lokasi Pemilahan Sampah di belakang kantor dinas lingkungan hidup Kabupaten Samosir.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan adanya pemilahan yang dilakukan, Ada dampak ekonomi nya. Dimana Pemkab melalui DLH dapat untung dari 7 truk sampah yang telah di pilah. Dimana setiap Satu truk yang akan berangkat mengantar Sampah dari Pangururan Menuju TPA menghabiskan anggaran sekitar RP 300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah)
Baca Juga:
Bupati Samosir Sampaikan, Agar Bantuan Bibit Yang di Berikan Jangan di Jual, Namun Harus di Tanam di Lahan Masing Masing
"Dengan adanya pemilahan, Para pemilah akan dapat uang, dan Pemkab akan dapat menghemat BBM Rp 2.000.000, - (Dua juta rupiah) lebih,Inilah program yang akan kita mulai,"ujar Edison Pasaribu.
Lokasi Pemilhan di Sihotang
Edison Pasaribu juga menjelaskan bahwa kedepannya DLH akan mencari lokasi di setiap kecamatan bahkan setiap desa agar sampah kedepannya akan dapat menghasilkan nilai Ekonomis, Dimana mereka telah lakukan dan buktikan dari 11 truk yang membawa sampah, Setelah dilakukan pemilahan didapat 7 truk sampah yang dapat dijadikan nilai ekonomis.