SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Jakarta, Guna mendukung kemajuan Kabupaten Samosir Khususnya dalam mempercepat jalur masuknya Wisatawan,Bupati Samosir Vandiko T. Gultom Selasa (03/03/2026) lakukan kunjungan ke Kementerian Perhubungan di Jakarta,
Adapun kunjungan dalam rangka mengusulkan pembukaan konektivitas jalur penyeberangan jalur Danau Samosir–Tongging. Kehadiran Bupati Samosir di terima langsung Menteri Perhubungan RI Dudi Purwagandhi di ruangan kerjanya. Kamis (05/03/2026)
Baca Juga:
Tema Hari Jadi Kabupaten Samosir Ke-22 Tahun "Samosir Rumah Kita"
Dalam kunjungan tersebut Bupati Samosir turut bersama dengan Bupati Karo dimana Bupati di dampingi kepala Dinas Perhubungan Samosir Laspayer Sipayung. kehadiran rombongan turut mendampingi Menteri Perhubungan RI para jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Darat.
Di kegiatan Pertemuan tersebut, Bupati Samosir menjelaskan kepada Menteri Perhubungan RI, Bahwa pembukaan jalur penyeberangan yang menghubungkan Kabupaten Samosir dengan Tongging, Kabupaten Karo, dinilai sangat strategis untuk memperlancar mobilitas masyarakat yang juga sekaligus meningkatkan akses wisata.
“Konektivitas jalur danau ini sangat efektif untuk membuka akses yang lebih luas menuju Samosir maupun sebaliknya. Ini bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba,”ucap Vandiko Gultom
Baca Juga:
Festival Kuliner dan UMKM di Harapkan Akan Dorong Ekonomi Rakyat Pada Perayaan Hari Jadi ke-22
Lebih lanjut Vandiko menyampaikan bahwa jalur penyeberangan tersebut kedepannya akan dapat menjadi alternatif transportasi yang aman dan efisien, sekaligus memperkuat sinergi pengembangan kawasan wisata antara Samosir dan Tanah Karo.
Bupati Samosir di pertemuan tersebut selainmengusulkan pembukaan jalur penyeberangan, Juga menyerahkan proposal dukungan sarana dan prasarana transportasi kepada Menteri Perhubungan.
Dimana isi Proposal mencakup akan pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor, lampu penerangan jalan umum (LPJU), rambu petunjuk pendahulu jalan (RPPJ), rambu larangan dan peringatan, bus perintis, alat keselamatan danau, serta pembangunan dermaga di sejumlah objek wisata.