SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Parbaba, Rapat dengar Pendapat ( RDP) Gabungan Komisi DPRD Samosir dengan Koperasi Jasa Parna Jaya Sejahtera (KJPJS), Masyarakat Kenegerian Ambarita,Perwakilan Balai Perhutanan Sosial Medan, Perwakilan Dinas lingkup dan Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, UPTD KPH Wilayah XIII Dolok Sanggul, Perwakilan Kajari Samosir, Perwakilan dari Kapolres Samosir,Perwakilan dari Dandim 0210 TU, dan Perwakilan dari Pemkab Samosir dilaksanakan di ruang rapat DPRD Samosir dalam rangka membahas hasil Monitoring lapangan ke Wilayah PPHkm Koperasi Jasa Parna Jaya Sejahtera. RDP dilaksanakan guna menindak lanjuti keputusan Badan Musyawarah DPRD Samosir Nomor : 09/BM/DPRD-SMR/2026. Senin (08/06/2026)
RDP dipimpin Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon. Dimana dalam awal pembukaan disampaikan bahwa RDP yang dilakukan adalah untuk yang ke 3 (tiga) kalinya guna mencari solusi akan permasalahan antara KJPJS Pemilik izin dari kementerian kehutanan RI dalan pengelolaan Hutan seluas 686 Ha di kecamatan Simanindo dengan perwakilan masyarakat kenegerian Ambarita.
Baca Juga:
Wali Kota Bandung Salurkan 12.000 Paket Sembako dan Awasi Gudang Pangan Selama Ramadan
Dari hasil RDP yang dilaksanakan dalam rangka membahas Hasil Monitoring lapangan yang dilaksanakan di wilayah PPHkm KJPJS dihasilkan rekomendasi agar Pemkab Samosir segera menindak lanjuti permasalahan dan lakukan Koordinasi intensif dengan Kementerian Kehutanan RI dan kepada Balai Sosial Medan agar segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan RI terkait tindak lanjut Berita acara Monitoring Persetujuan pengelolan hutan kemasyarakatan (PPHkm) KJPJS ( Keputusan MENLHKNomor 5849Tqhun 2024 Tanggal 08 Maret 2024) Nomor BAVI-1/BPS-/PSL01.01/B/4/2026.
"Dan guna menjaga kekondusifan sementara menunggu keputusan dari Kementerian kehutanan RI baik masyarakat maupun KJPJS agar dapat menghentikan kegiatan dilokasi izin KTH KJPJS,"ucap Nasip Simbolon ketua DPRD Samosir dalam menyampaikan isi berita acara [Redaktur Hadi Kurniawan]