Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Samosir, Ferdinand Sitanggang, mengakui adanya gejolak di kalangan pedagang. Namun, menurutnya, keputusan tersebut telah disosialisasikan melalui surat resmi perubahan jadwal onan.
“Kami memahami keluhan pedagang dan turut prihatin. Namun pergeseran ini merupakan hasil rapat panitia. Semua opsi sudah dipertimbangkan, termasuk rencana pemindahan ke terminal, tetapi dinilai tidak memungkinkan,” katanya.
Baca Juga:
Kabupaten Samosir Satu satunya Asal Propinsi Sumut Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih
Ferdinand mengatakan, jika onan tetap dilaksanakan berdekatan dengan jadwal kegiatan, dikhawatirkan akan menghambat pemasangan panggung dan peralatan oleh EO serta menimbulkan persoalan kebersihan.
“Pihak EO meminta waktu. Jika onan digelar pada hari Selasa, panitia tidak bisa menjamin kebersihan dan kesiapan lokasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Samosir memastikan tetap memberi ruang bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 25 stand disediakan khusus bagi UMKM dari berbagai sektor usaha.
Terkait kematangan pelaksanaan acara, Ferdinand Sitanggang menegaskan bahwa persiapan teknis dari sisi peralatan hampir rampung. Lokasi kegiatan yang dipusatkan di Segmen 5 Waterfront City Pangururan dipastikan siap sebelum hari pelaksanaan.Panitia juga memastikan UMKM Samosir menjadi prioritas utama dalam pengisian stand yang tersedia.
Dari sisi acara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho, selaku koordinator seksi acara menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada hari pertama dengan Festival Kuliner berupa talk show “Dalini Horbo” (susu kerbau) dan naniura sebagai warisan budaya tak benda yang hampir punah.
Baca Juga:
Guna Memperkuat Komitmen Akan Pelestarian Alam, Wabub Samosir Ikut Penanaman Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit
Selain itu, akan digelar panggung apresiasi bagi siswa SD dan SMP, serta hiburan rakyat yang menampilkan band lokal seperti Family Voice, The Boys Trio dan Siantar Rap Foundation.
Pada hari kedua, rangkaian acara diawali dengan kebaktian oikumenis sebagai ucapan syukur yang dihadiri undangan dari berbagai daerah di Sumatera Utara hingga pemerintah pusat. Acara puncak akan diisi kolaborasi sanggar seni Samosir, penyalaan lilin dan pemotongan kue, sambutan, makan bersama masyarakat sesuai adat Batak, serta pemberian berbagai apresiasi, mulai dari CSR Bank Sumut, penyerahan piagam sponsor, penghargaan kepada pegiat budaya, penyerahan BKB Kit keluarga stunting, hingga penghargaan bagi pegiat andaliman dan kopi.
Lebih lanjut disebutkan, pada puncak perayaan tanggal 27 Februari akan dimeriahkan penampilan artis seperti Nauli Sister, D’Roha Voice, Nabasa Trio, Toton Cariboo, serta artis dari band nasional Ungu. Pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan peluncuran Horas Samosir Fiesta 2026 dengan berbagai agenda yang telah dirancang.