SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Simanindo , Pagelaran seni budaya yang dilaksanakan Sanggar seni Sinondang desa Simanindo kecamatan Simanindo yang dilaksanakan 27-28 Maret 2026 berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Minggu (29/03/2026)
Friska Rumahorbo pengurus Sanggar seni Sinondang menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selain dalam rangka melaksanakan salah satu wujud kecintaan kita terhadap budaya dan juga salah satu amanat dari undang undang nomor 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan kebudayaan, Perlindungan,Pemanfaatan, Pembinaan dan Pengembangan,Seperti yang disampaikan oleh Kepala dinas Kebudayaan dan pariwisata kabupaten Samosir, dalam rangka pengembangan Ke arifan lokal Batak.
Baca Juga:
Bupati Samosir Pertanyakan,Mengapa Belum Menjual Tiket Online Penyeberangan Tomok - Ajibata
Shany Sitohang salah satu putri asal kabupaten Samosir yang ikut dalam Tim Juri di kegiatan lomba
"Kita laksanakan kegiatan ini, Agar anak anak kita semakin mencintai dan mengingat akan budaya nenek moyang nya dan semakin mencintai, dan nantinya akan semakin mengenal akan jati diri nya,"ucap Friska Rumahorbo.
Kegiatan yang dihadiri dari pemerintah kabupaten, Pemerintahan desa, Sanggar Gondang, Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama, Narasumber akan Ulos, juga menghadirkan Tim juri yang kompeten .Di kegiatan Fashion yang bertemakan "Glamour Ulos" tersebut peserta yang ikut dari luar daerah. Dimana setiap peserta dibagi dalam beberapa grup umur, dari usia 4 Tahun hingga 16 Tahun.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Mendapat Dukungan Pengembangan Kopi 1.900 Hektare dan Kakao 500 Hektare dari Kementerian Pertanian
Sebelum lomba Fashion dimulai, Sepwan Sinaga sebagai Narasumber dalam pengenalan ulos menjelaskan apa itu ulos dan kegunaannya serta siapa yang wajib memakai dan jenis ulos yang akan diberikan,Sepwan Sinaga juga memperagakan bagaiman cara pemakaian Ulos sebagai topi bagi pria.
Friska Rumahorbo Pengurus Sanggar Sinondang bersama Narasumber akan Ulos Sepwan Sinaga
Jansen Sihaloho salah satu tokoh masyarakat dan juga pemilik lokasi pantai langat tempat lokasi event dilaksankan menyampaikan sangat mengapresiasi akan kegiatan yang dilaksanakan oleh Sanggar Seni Sinondang, dimana kegiatan yang dilaksanakan adalah untuk yang ke-5 (lima) kalinya di Tahun 2026.
"Setiap Tahun Sanggar Seni Sinondang lakukan kegiatan ini, dan kita sebagai orang tua dan masyarakat sangat mendukung, Dimana kegiatan ini guna mengingatkan para generasi muda agar semakin mencintai budaya nenek moyang nya,"ucap Jansen Sihaloho.
Jansen Sihaloho perwakilan tokoh masyarakat dan pemilik lahan pantai Langat memberikan kata sambutan
Fonti Pareza salah satu tim juri dari Propinsi Sumatera Utara didampingi para juri yang juga juara juara Fashion dalam peragaan busana Ulos menyampaikan sangat mengapresiasi akan kegiatan yang dilaksanakan Sanggar seni Marsinondang di kabupaten Samosir.Dimana kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka melestarikan budaya.dimana kedepannya para generasi muda yang ada di Sumut, khusunya yang ada di Samosir semakin mencintai akan budaya daerahnya.
"Kita punya harapan agar kiranya lomba lomba seperti ini dilaksanakan di Sumatera Utara (Sumut) khususnya di kabupaten Samosir, dimana kita punya banyak ethis dan budaya yang berbeda,"ucap Fonti
Fonti Pareza (tengah) Juri lomba bersama Tim juri lainya
Gabe Panggabean salah satu pemilik usaha "Gabe Fashion" dari Tapanuli Utara tepat nya di kota Tarutung menyampaikan bahwa dirinya membawa anak anak didiknya ke Samosir guna mengikuti lomba Fashion yang bertemakan ulos, dimana 5 anak didiknya ikut dalam lomba yang dilaksanakan oleh Sanggar Seni Budaya Marsinondang.
"Kita ikut dalam lomba ini, Guna mengasah kemampuan anak anak didik kita, Terkait kalah menang itu adalah hal yang biasa, dan juga dalam menambah semangat anak anak agar lebih bergiat,"ucap Gabe Panggabean
Gabe Panggabean pengajar Fashion asal Tarutung kabupaten Tapanuli Utara
Lebih lanjut disampaikan, bahwa mereka juga sering lakukan kegiatan yang sama di Tarutung bekerja sama dengan Pemkab Taput dan para designer dan juga lakukan pameran pameran ulos. Dimana hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak lupa dan semakin mencintai akan peninggalan leluhurnya, Khususnya akan ulos.
"Kita punya harapan kiranya Ulos akan dapat go internasional dan anak anak semakin mencintai ulos dan menjadi trend dalam memakai nya,"ujar Gabe lebih lanjut.
[Redaktur Hadi Kurniawan]