Sementara untuk bantuan dalam pengembangan bawang merah seluas 3 hektare disalurkan kepada Kelompok Tani Hasil Nagabe di Desa Suhutnuhuta Pardomuan, Kecamatan Palipi. Bantuan yang diberikan meliputi benih bawang merah 3 ton, pupuk kompos 12 ton, pupuk organik cair 30 liter, dan pupuk NPK 600 kilogram.
Vandiko menegaskan, bantuan tersebut merupakan hasil sinergi anggaran antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Baca Juga:
Lokasi Pasir putih Parbaba Mulai Kelihatan Kumuh Dengan Banyak Nya Bangunan Yang Kurang Di Tata
“Program ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah untuk menjawab kebutuhan petani. Anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah,” ujar Vandiko.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa komoditas cabai merah dan bawang merah merupakan program unggulan Gubernur Sumatera Utara. Dimana Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan komoditas tersebut, selain jagung.
“Program ini sudah melalui proses perencanaan bersama antara kabupaten dan provinsi. Bahkan, Samosir menjadi salah satu daerah yang mendapatkan beberapa program sekaligus dari Sumut Berkah,”ucap Tumiur Gultom
Baca Juga:
Wakil Bupati Samosir Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Samosir
Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir
Juga menyampaikan bahwa hasil panen dari program ini nantinya akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui skema nota kesepahaman, termasuk dalam hal penetapan harga.
“Harapannya, kualitas dan hasil panen petani bisa meningkat,”ucap Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir
Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir juga menyampaikan bahwa petugas penyuluh lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan secara langsung kepada kelompok tani. Untuk Kelompok Tani Hasil Nagabe, penanaman bawang merah direncanakan dimulai pada Juni 2026.