"Untuk saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki empat unit combine harvester, dan satu unit di antaranya difungsikan sebagai Taksi Alsintan,"ujar Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
Salah satu petani, Baktiar Sinaga perwakilan dari kelompok Tani menyampaikan bahwa dengan kehadiran alat panen tersebut mereka sangat terbantu. Dimana ketika dilakukan panen padi secara manual, untuk lahan sawah 2 (dua) rante diperlukan sekitar tujuh orang tenaga kerja dengan biaya mencapai Rp800 ribu.Kini dengan combine harvester, biaya cukup sekitar Rp200 ribu dengan hasil lebih cepat dan bersih, bahkan tetap efektif saat cuaca hujan.
Baca Juga:
Wabub Samosir Kunjungan Ke Bali di Program KEK
“Kami berterima kasih kepada Bupati Samosir yang telah menggiring bantuan dari Kementan. Kami bahagia karena biaya bisa lebih murah dan banyak keringanan,"ujar Baktiar Sinaga
[Redaktur Hadi Kurniawan]