SAMOSIR.WAHANANEWS.CO -Nainggolan, Guna mendukung kemajuan Para Petani dan Menunjukkan dukungan dari Pemerintah Khususnya Pemkab Samosir, (06/05/2026) Bupati Samosir Vandiko Gultom lakukan panen Padi bersama masyarakat Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, Minggu (17/05/2026)
Turut hadir mendampingi Bupati Samosir di kegiatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, serta Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon.
Baca Juga:
Wabub Samosir Kunjungan Ke Bali di Program KEK
Di kegiatan Panen padi tersebut Bupati Samosir melakukan Panen padi mencoba alat Combine harvester bantuan dari Kementerian Pertanian RI atas usulan Pemerintah Kabupaten Samosir tahun sebelumnya.
Bupati Samosir di kegiatan panen padi bersama masyarakat menyampaikan bahwa hal tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk perhatian pimpinan Kabupaten Samosir pada masyarakat nya dengan turun langsung ke sawah lakukan panen padi.
Bupati Samosir gunakan kendaraan Combine harvester dalam memanen oadi.
Baca Juga:
Bupati Samosir Vandiko Gultom Kembali Dipercaya Sebagai Penasehat PSBI Wilayah Samosir
Lebih lanjut Vandiko Gultom menjelaskan bahwa kendaraan Combine harvester berfungsi menyederhanakan proses panen dengan menggabungkan 3 (tiga) tahapan sekaligus, yakni pemotongan, perontokan, dan pembersihan gabah dalam satu pekerjaan, Dan kedepannya akan menjadi salah satu program bagi masyarakat khususnya kelompok tani sebagai bagian dari program Taksi Alsintan,
"Selama ini ketika lakukan panen padi membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu yang panjang, kini proses tersebut dapat dilakukan lebih cepat, lebih bersih, dan lebih hemat biaya dengan memanfaatkan kendaraan Combine harvester,"ucap Bupati Samosir
Lebih lanjut Bupati Samosir juga menyampaikan bahwa kehadiran beliau di lokasi guna melihat fungsi dari bantuan yang diberikan oleh Kementan RI, Dan juga melihat akan dampak kemajuan para petani kedepannya dengan adanya bantuan yang diberikan
Bupati Samosir juga menegaskan bahwa sektor pertanian salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Samosir. Untuk itu diperlukan akan alat yang modern guna mendukung pertanian di kabupaten Samosir dan dapat meningkatan perekonomian masyarakat khususnya para petani.
Bupati Samosir juga menyampaikan bahwa Bantuan alat pertanian yang diberikan bukan hanya milik kelompok penerima, tetapi harus dapat menjadi manfaat bersama melalui konsep Taksi Alsintan, yakni dapat digunakan kelompok Tani dan masyarakat lain yang membutuhkan dengan sistem sewa yang terjangkau.
“Saya harap alat ini dipergunakan dengan baik. Taksi Alsintan ini dapat digunakan siapa pun yang membutuhkan. Yang paling penting masyarakat terbantu dari sisi waktu dan biaya,”ucap Vandiko Gultom
Dijelaskan Bupati Samosir bahwa dengan kehadiran bantuan alsintan kepada para petani salah satu dukungan Pemerintah bahwa arah pembangunan Samosir yang tidak hanya berfokus pada pariwisata, tetapi juga penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi rakyat.
"Bantuan yang kita terima salah satu bukti Sinergitas Pemerintah pusat dan pemkab Samosir guna mendukung kemajuan kabupaten Samosir dan mendukung para petani, Dimana pembangunan sejati dimulai dari sawah, dari petani, dan dari keberpihakan nyata kepada rakyat kecil,"ucap Vandiko Gultom
Lebih lanjut di kegiatan panen bersama tersebut Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom menjelaskan bahwa hasil penyewaan alat akan dikelola kelompok penerima untuk biaya operasional, perawatan, dan perbaikan mesin. Dimana kedepannya bantuan akan dapat terawat serta para petani dapat didorong semakin mandiri.
“Taksi Alsintan ini bertujuan agar petani mandiri dan produktif. Hasil sewa alat dikelola untuk perawatan. Setelah selesai panen di wilayahnya, alat bisa disewakan untuk menambah pendapatan kelompok,”ucap Tumiur. Gultom
Dijelaskan beliau bahwa penggunaan combine harvester akan mempercepat masa panen dan mendorong peningkatan indeks tanam . Dengan dukungan alat modern, petani diharapkan mampu mencapai target hingga lima kali panen dalam dua tahun.
"Untuk saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki empat unit combine harvester, dan satu unit di antaranya difungsikan sebagai Taksi Alsintan,"ujar Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
Salah satu petani, Baktiar Sinaga perwakilan dari kelompok Tani menyampaikan bahwa dengan kehadiran alat panen tersebut mereka sangat terbantu. Dimana ketika dilakukan panen padi secara manual, untuk lahan sawah 2 (dua) rante diperlukan sekitar tujuh orang tenaga kerja dengan biaya mencapai Rp800 ribu.Kini dengan combine harvester, biaya cukup sekitar Rp200 ribu dengan hasil lebih cepat dan bersih, bahkan tetap efektif saat cuaca hujan.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Samosir yang telah menggiring bantuan dari Kementan. Kami bahagia karena biaya bisa lebih murah dan banyak keringanan,"ujar Baktiar Sinaga
[Redaktur Hadi Kurniawan]