Masyarakat juga diimbau mengurangi penggunaan plastik, tidak menebang pohon sembarangan yang berdampak kerusakan ekosistim dan lingkungan. Kata Ariston, dalam merawat alam diperlukan kerjasama seluruh stakeholder termasuk kabupaten se-kawasan Danau Toba.
“Mari berbenah, mengkonsentrasikan diri untuk terlibat dalam menjaga alam kawasan Danau, diperlukan keterlibatan kabupaten/ kota dan seluruh stakeholder dikawasan Danau Toba”, kata Ariston, dikutip Kamis (3/4/2025).
Baca Juga:
Polres Samosir Respon Cepat Laporan Call Center 110 Dari Masyarakat
Melalui kerjasama yang baik, kata dia, kawasan Danau Toba dan peran gereja, dirinya yakin kelestarian alam Danau Toba dapat kembali pulih dari berbagai kerusakan.
“Merawat alam itu penting, dengan kekuatan seluruh stakeholder dan kerjasama satu sama lain kita dapat merawat dan menjaga alam dengan baik. Sambil membangun, sambil menjaga alam, mari aktif dan bekerjasama”, ajak Ariston
Sementara itu, Ephorus HKBP, Victor Tinambunan mengatakan, merawat alam bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi juga seluruh elemen termasuk gereja dan perusahaan. Dengan kehadiran berbagai unsur dalam doa bersama tersebut, Ephorus menekankan usaha menjaga alam dapat dimulai dari diri sendiri.
Baca Juga:
Wakil Bupati Samosir Himbau Masyarakat Agar Mengurangi Penggunaan Plastik Dan Tidak Menebang Pohon Sembarangan
Terkait perundang-undangan yang menjadi perangkat mengatur pengelolaan hutan, Ephorus berharap adanya kajian dan meminta tanggung jawab perusahaan yang memegang ijin sehingga kawasan Danau Toba dapat kembali terawat.
“Sama seperti yang kita inginkan pada hari ini, bahwa Allah menciptakan bumi ini sungguh amat baik oleh karena itu kita harus merawatnya”, kata Viktor
Lanjut Ephorus, pemerintah perlu memeriksa perusahan yang memegang ijin, apakah yang dikerjakan sesuai dengan undang-undang atau peraturan yang ada.