Lebih lanjut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba menjelaskan bahwa Sekolah yang mendapatkan program GSMS akan didampingi oleh para seniman profesional yang secara berkala akan menjadi fasilitator pembelajaran sesuai waktu yang sudah ditentukan. Dimana para siswa nantinya akan diajak untuk mengikuti proses belajar berbasis praktik nyata yang mengangkat kekayaan seni budaya lokal seperti seni tari, musik, dan vokal.
Kepala SMP Negeri 4 Laguboti, Parlindungan Hutapea, bersama Kepala SMP Swasta Budi Darma Balige, Fr. Paulus Leo Leu,menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah mereka. Dan dijelaskan bahwa
seluruh Kepala Sekolah yang terlibat akan berkomitmen untuk memaksimalkan kesempatan ini guna mengasah bakat dan karakter peserta didik. Dan untuk hasil pembelajaran ini akan diwujudkan dalam bentuk karya atau pertunjukan seni yang berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan di kawasan Danau Toba.
Baca Juga:
Bupati Samosir Serahkan Hadiah Pada Juara 100 KM di event ToTK By UTMB 2026
Salah satu guru kesenian, Hotmarojak Siringoringo, S.Pd.K. dari SMP Negeri 1 Dolok Sanggul menilai bahwa Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa karena menghadirkan seniman profesional langsung ke lingkungan sekolah.
"Program GSMS merupakan terobosan yang sangat bermanfaat karena menghadirkan seniman profesional langsung ke sekolah. Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah melalui BPODT dalam menghadirkan program ini. Semoga GSMS memberikan dampak positif bagi para siswa dalam melestarikan budaya serta terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai warisan budayanya,"ucap Hotmarojak Siringoringo
Apresiasi terhadap pelaksanaan GSMS juga disampaikan Charles Malau, salah satu seniman asal Kabupaten Samosir. Menurutnya, program akan menjadi ruang kolaborasi yang dapat mempertemukan para seniman dengan generasi muda untuk memastikan keberlanjutan seni dan budaya daerah.
Baca Juga:
Bupati Samosir Lepas Peserta Lari Kategori 10K, 5K, dan Kids, di Event ToTK By UTMB 2026
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan melalui BPODT yang telah menghadirkan Program GSMS di Kabupaten Samosir. Program ini bukan sekadar menghadirkan kegiatan berkesenian di sekolah, tetapi menjadi upaya nyata dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya melalui generasi muda. Kami para seniman diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai budaya secara langsung kepada para pelajar,"ujar Charles Malau
Lebih lanjut Charles Malau menyampaikan bahwa bagi masyarakat Samosir yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Batak, program ini memiliki makna yang sangat penting. Melestarikan seni budaya berarti menjaga identitas, merawat warisan leluhur, sekaligus memperkuat akar budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Kami berharap GSMS dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga semakin banyak generasi muda yang mencintai budaya lokal, bangga terhadap warisan leluhurnya, dan terdorong untuk menjadi pelaku seni serta penerus budaya di masa depan,"ujar Charles.