SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Medan, Komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Rabu (17/06/2026) Bupati Samosir, Vandiko Gultom, resmi menerima hibah aset senilai Rp.22,8 miliar lebih dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara. Kamis (18/06/2026)
Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara antara Bupati Samosir dan Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, di Kantor BPBPK Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja Km 7 Nomor 99, Harjosari II, Aset yang diserahterimakan meliputi Penataan Kawasan Sibea-bea Tahap II Tahun Anggaran 2024 dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2023-2024.
Baca Juga:
Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara di Perpanjang Pemkab Samosir dan Kejari Samosir
Turut hadir Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Rudimanto Limbong, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Plt. Kadis Perkim Golfried Harianja, Kabid Aset Pangondian Limbong dan Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyebutkan penyerahan aset tersebut bukan sekadar agenda administratif. Hibah tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan transformasi pembangunan di Kabupaten Samosir.
Di bawah kepemimpinannya, Samosir terus berbenah dengan mengusung pembangunan yang terintegrasi antara sektor pariwisata, infrastruktur, dan pelestarian lingkungan.
Kawasan Sibea-bea yang berada di tepian Danau Toba kini berkembang menjadi salah satu ikonik pariwisata Kabupaten Samosir.
Baca Juga:
83 Duta Rohani Kristen Jambi Bertolak ke Manokwari, Bidik 10 Medali emas Pesparawi Nasional XIV 2026
Penataan tahap kedua yang telah rampung diyakini akan semakin memperkuat daya tarik kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Penataan Kawasan Sibea-bea tahap kedua ini melengkapi pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya. Kami melihat langsung di lapangan bahwa pembangunannya telah selesai dengan baik. Kami bersyukur karena kawasan ini akan semakin indah, semakin lengkap, dan semakin memperkuat posisinya sebagai ikonik pariwisata di Kabupaten Samosir," ujar Vandiko.
Menurut Vandiko, pembangunan kawasan wisata tidak hanya berfokus pada keindahan fisik, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.