Menkes menyebutkan, cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) masih rendah. Hingga Agustus 2025, baru 108.590 kontak serumah penderita TBC (sekitar 8%) yang mendapat TPT, jauh dari target nasional 72%.
“Rendahnya capaian TPT menunjukkan pentingnya dukungan lintas sektor, peningkatan edukasi masyarakat, serta optimalisasi peran pemerintah daerah untuk memperluas cakupan pencegahan,” ujar Menkes.
Baca Juga:
Disbudpar Samosir Akan Tampilkan Opera Berjudul "Boru Saroding"
Dari sisi pendanaan, Menkes menegaskan bahwa dukungan anggaran sudah tersedia baik dari hibah maupun APBN. Namun, realisasi di sejumlah daerah masih rendah. Menkes meminta gubernur, bupati, dan wali kota memastikan anggaran TBC dimanfaatkan optimal untuk menemukan dan mengobati pasien.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah diminta untuk menetapkan regulasi daerah yang mendukung percepatan eliminasi TBC, Mengalokasikan anggaran memadai untuk program TBC, Memperkuat layanan kesehatan primer untuk deteksi dini dan pengobatan dan Melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta sektor swasta dalam pencegahan dan penanggulangan TBC.
Sebagaimana arahan menteri dalam rakor tersebut, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengatakan Pemkab. Samosir mendukung sepenuhnya upaya pemerintah pusat untuk memberantas TBC. Terutama untuk Kabupaten Samosir, akan lebih mengaktifkan tim percepatan penanggulangan TB.
Baca Juga:
Perwakilan Masyarakat Kenegerian Ambarita Serahkan Surat Permohonan pencabutan Izin KJPJS ke Menteri Kehutanan RI
"Pemkab. Samosir siap mendukung percepatan eliminasi TBC. Kita akan memperkuat sistim penanganan dengan tim percepatan penanggulangan TB di daerah" kata Ariston.
[Redaktur Hadi Kurniawan]