“Wartawan online memiliki tanggung jawab lebih besar karena tidak hanya menulis fakta, tetapi juga menangkap nilai kejujuran, keadilan, empati, dan semangat kebangsaan,” tegas Jenderal Agus.
Dalam konteks tersebut, Agus menilai peran Ikatan Wartawan Online (IWO) menjadi sangat penting. Ia memandang IWO bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga garda etika di tengah derasnya arus digitalisasi.
Baca Juga:
Kapolsek Simanindo Respon Cepat Laporan Masyarakat Akan Solar Tumpah di Jalan
“IWO bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga penyangga moral informasi bangsa yang menjaga agar transformasi digital Indonesia tetap berada di koridor etika, tanggung jawab, dan kebenaran,”ujar Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, SH MH
Agus juga menegaskan bahwa pemerintah menjadikan IWO sebagai mitra strategis dalam mengawal agenda nasional, terutama dalam memperkuat literasi digital, etika jurnalistik, dan ketahanan informasi nasional.
“Kita bersama membangun kesadaran publik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Baca Juga:
Bupati Samosir bersama FORKOPIMDA lakukan Monitoring Keamanan Perayaan Malam Natal
Rakernas IWO ke-III menjadi momentum penting bagi insan pers digital untuk memperkuat peran jurnalisme online yang beretika dan berpihak pada kebenaran.
“Saya berharap, hasil Rakernas tersebut dapat menjadi kompas moral dalam menjaga integritas wartawan online di tengah dinamika media yang kian cepat dan terbuka,” pungkas Agus yang juga mantan Wakapolri ini.
Secara khusus, Menteri Agus Adrianto meminta jurnalis IWO di daerah untuk melaporkan setiap penyelewengan dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan anggotanya.