SAMOSIR WAHANANEWS.CO- Waterfront City, Marulam Sinaga salah satu pelaku usaha UMKM) disektor kopi,merasa Terpinggirkan. Dimana lokasi untuk Stand nya tidak ada tempat dilokasi Segment V( lima). Dimana disampaikan bahwa dirinya juga salah satu Binaan dari Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga, .Hal tersebut disampaikan pada awak media WahanaNews.co di acara penutupan Festival Tao Toba Jou jou 2026. Sabtu (08/08/2026)
"Kita merasa heran, dimana Kopi Pardosir itu salah satu Ikon Kopi di Samosir, dan kita ini selama ini adalah Binaan dari Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Cabang Sibolga, dan kita merasa dipinggirkan dikarenakan tidak mendapat lokasi di segmen V, Tempat lokasi Festival di laksanakan,"ucap Marulam Sinaga.
Baca Juga:
Mau Ke Samosir, Penyeberangan Ferry Ajibata - Ambarita Ini Jadwalnya
Lebih lanjut Marulam Sinaga menyampaikan bahwa berkat usaha dan koordinasi dengan Pemkab Samosir akhirnya dapat lokasi Stand walau berada berdampingan dengan Lokasi Toilet.dan begitu juga para pelaku UMKM binaan pemkab Samosir berada diluar lokasi Festival.
"Dan juga akan adanya pembagian Voucher gratis yang dibagikan tidak dapat ditukarkan di Stand yang berada di luar lokasi Segment V dan hanya dapat ditukarkan pada Stand binaan BI"ucap Marulam lebih lanjut
Marulam Sinaga juga menyampaikan harapannya agar kedepannya, Kiranya Panitia Festival Tao Toba Joujou juga dapat memperhatikan akan Stand stand nya para pelaku UMKM yang ada di kabupaten Samosir, Agar kiranya ekonomi kreatif nya dapat juga di nikmati para pelaku UMKM yang ada di kabupaten Samosir.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Melalui Dinas Pendidikan Akan Berikan Bea Siswa Pada Siswa dan Mahasiswa Berprestasi, Ini Aturan Serta Syaratnya
"Untuk penjualan kita selama 3 ( tiga) hari ini hanya 2.500.000, jauh dari harapan kita dengan kegiatan Festival besar ini,"ujar Marulam Sinaga.
[Redaktur Hadi Kurniawan]