SAMOSIR.WAHANANEWS.CO -Pangururan, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 telah usai, Kegiatan Festival dilaksanakan 6- 9 Agustus 2026 lalu. Ajang Tahunan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga untuk yang ke 6 kalinya, Dimana untuk Kabupaten Samosir untuk yang ke 4 kalinya menjadi lokasi Festival Tao Toba Joujou. Senin (10/08/2026)
Tak luput, pelaksanaan event tersebut mendapat tanggapan dari Fernando Sitanggang sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Samosir. Dirinya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan event keempat ini di kabupaten Samosir, sehingga menjadi salah satu Panggung promosi pariwisata, budaya, dan penguatan ekonomi lokal dan dianggap mampu sebagai motor penggerak pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas nasional.
Baca Juga:
Ini jadwal Penyeberangan Ferry Selain dari Penyeberangan Ajibata - Ambarita
Fernando Sitanggang Ketua IWO Samosir
Namun dirinya memberikan kritik tajam kepada EO ( Event Organizer) Bank Indonesia yang tidak secara gamblang menerangkan kepada media terkait rencana kegiatan, aturan main tentang mana yang boleh dan mana yang tidak, sebagai mana yang dilakukan sebelumnya oleh EO even TOTK lalu, padahal sama-sama memakai anggaran negara.
"Bila EO Tao Toba Jou-jou juga melakukan ini, akan menunjukkan niat baik dari penyelenggara atas keterbukaan informasi terhadap publik, padahal notabene anggaran kegiatan ini menggunakan dana negara khususnya dana Bank Indonesia," ujar Ketua IWO Samosir, Fernando Sitanggang.
Baca Juga:
Mau Ke Samosir, Penyeberangan Ferry Ajibata - Ambarita Ini Jadwalnya
Dijelaskan praktisi media ini, bahwa sebagai lembaga profesi jurnalis, IWO Samosir berharap BI dapat memberikan klarifikasi lengkap terkait pelarangan wartawan resmi yang dilindungi UU Pers untuk melakukan liputan pengambilan photo di panggung agar tidak menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia khususnya Kabupaten Samosir.
"Dan terkait akan adanya Festival Ulos "Boru ni Raja", banyak warga yang mempertanyakan tujuan dari diadakannya festival ulos tersebut dan siapa saja pesertanya," jelas Anggota dan Ketua KPU Samosir 2008-2018 ini.
"Secara pribadi Saya sangat mendukung kegiatan Festival dilaksanakan, tapi mohon lah merangkul para awak media dalam penyebaran informasi dengan mengadakan pertemuan dengan media setempat, agar tidak terjadi kurangnya informasi di lapangan, termasuk dengan penyediaan lokasi media Center," pungkas Fernando.
[Redaktur Hadi Kurniawan]