"Jika pariwisata tumbuh, maka pendapatan asli daerah meningkat dan pembangunan Samosir dapat dilakukan lebih maksimal,”ucap Wabub Samosir
Anggota Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu di kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari pemahaman akan ekoteologi yang dapat mendorong pelestarian lingkungan, Dimana hal tersebut adalah salah satu tanggung jawab moral.
Baca Juga:
Bupati Samosir Meminta Seluruh OPD Mengeksekusi Program Secara Maksimal Tidak Hanya Berpatokan Pada Program yang Ada
"Komite II DPD RI saat ini tengah mendorong akan program green village atau desa hijau agar dapat menjadi agenda nasional. Dan Kabupaten Samosir ini surga dunia yang harus dijaga. Disini tidak perlu ada kebun Sawit atau tambang, Program dari pariwisata yang lestari sudah cukup Saya rasa dalam memberi manfaat,”ucap
Badikenita Br. Sitepu
Badikenita dalam sambutannya juga mengajak para generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan, Serta menyampaikan akan kesiapan dalam memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang geologi.
Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan Pastor Walden Sitanggang di dalam sambutanya menegaskan akan komitmen gereja untuk terus terlibat dalam pemulihan alam. Dimana disampaikan bahwa pohon itu tidak boleh dilihat semata dari nilai ekonominya, melainkan Pohon itu sebagai sumber kehidupan.
Baca Juga:
Pemkab Samosir laksanakan Sosialisasi Penerapan Manajemen Talenta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)
"Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,”ucap Pastor Walden Sitanggang
General Manager Badan Pengelola TCUGGp Azizul Kholis di kesempatan tersebut mengakui bahwa Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Azizul Kholis juga menegaskan bahwa status Geopark tidak hanya soal dokumen, tetapi juga upaya nyata melindungi kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya empat suku utama di kawasan Danau Toba.