"Dengan komunikasi yang baik Toba Joujou balik lagi ke Samosir, sudah melekat sekali dengan Samosir, mudah-mudahan festival ini bisa kembali hadir tahun depan karena dampaknya sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,"ujar Vandiko Gultom
Bupati Samosir juga menyampaikan akan optimistisnya akan transaksi digital selama festival tahun ini akan terus meningkat. Dimana pada tahun 2024, transaksi elektronik selama festival tercatat mencapai Rp1,9 miliar dan meningkat menjadi sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2025.
Baca Juga:
Tradisi Terbangkan Balon Udara, Kemenhub Dapat Laporan 19 Pilot Terganggu
Sebagai bentuk komitmen mendukung pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Samosir akan meningkatkan plafon pembiayaan UMKM hingga Rp100 juta dengan bunga nol persen yang ditanggung pemerintah daerah.dan juga dilakukan penyerahan business matching pembiayaan kepada para pelaku usaha, masing-masing dari Bank Sumut sebesar Rp500 juta, BNI Rp300 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, dan BRI Rp170 juta.
Dalam kegiatan itu juga Bupati Samosir bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga Riza Putera menandatangani komitmen pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir. Langkah ini menjadi upaya bersama untuk memperluas pasar produk-produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan festival semakin semarak dengan Parade Budaya dan Agro yang melibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir. Berbagai potensi daerah ditampilkan, mulai dari miniatur khas, busana tradisional, pertunjukan seni, hingga hasil pertanian unggulan. Parade ini menjadi salah satu dukungan terhadap pelaksanaan festival dari masyarakat Kabupaten Samosir.
Baca Juga:
34 Sanggar Musik Bambu Meriahnya Festival SADA AWI 2024
Dimana Festival Tao Toba Joujou 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari Festival Ulos Boruni Raja, Festival Kopi Para Raja, kuliner khas Batak, pertunjukan budaya, kompetisi lokal, talkshow, layanan pembayaran digital, pasar murah pengendalian inflasi, hingga penampilan artis lokal dan grup musik nasional Cokelat.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Festival Tao Toba Joujou telah berkembang menjadi simbol bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi. Festival ini menghubungkan warisan leluhur dengan peluang masa depan, sekaligus mempertegas posisi Danau Toba sebagai destinasi pariwisata unggulan yang bertumpu pada identitas budaya dan kesejahteraan masyarakat. [Redaktur Hadi Kurniawan]