SAMOSIR.WAHANA.NEWS.CO - Tomok Liburan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H akan membawa angin segar bagi daerah tujuan Wisata kawasan Danau Toba Khususnya Kabupaten Samosir. Kawasan Danau Toba salah satu yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Destinasi Super Prioritas ( DSP) Jum'at (04/04/2025).
Baca Juga:
Wakil Bupati Samosir Monitoring Kesiapan Petugas Pos Pelayanan Idul Fitri 2025
Amput Sidabutar salah satu Tokoh kepemudaan dan juga penggerak pariwisata.
Amput Sidabutar Warga Tomok dan juga Petugas Pemungut Retribusi ( PPR) di Pelabuhan kapal Pariwisata menyampaikan bahwa sebenarnya prediksi kunjungan Wisatawan ke tujuan Wisata yang ad di Tomok Parsaoran Kecamatan Simanindo di libur lebaran 2025 akan ramai , Namun harapan tidak sesuai dengan apa yang di harapkan.
Baca Juga:
Guna Memastikan Pelaksanaan Tugas Pos Pelayanan di Wilayah Hukum Polres Samosir Dir Samapta dan Kabid Propam Polda Sumut Tinjau Pos Pelayanan
"Selain curah hujan yang tinggi selama hampir 2 bulan,yang membuat Wisatawan enggan untuk berkunjung ke Tomok dengan Transportasi kapal Tradisional, di masa liburan lebaran ini, Juga adanya Berita berita Viral yang tidak mendukung dan juga dugaan berita yang memburukkan lokasi tujuan Wisata ke kawasan danau toba Khusunya kabupaten Samosir,"ucap Amput Sidabutar.
Lebih lanjut Amput Sidabutar yang juga salah satu tokoh di kepemudaan menyampaikan, Bahwa menurunnya Wisatawan yang datang ke Samosir di duga juga dengan adanya berita berita Viral yang dibagikan terkait akan banjir dan longsor di kawasan Danau Toba.Dimana Masyarakat yang berencana untuk ber wisata ke Kabupaten Samosir, Mengalihkan tujuan Wisata ke daerah lain.
Salah satu berita Viral yang dibagikan di salah satu Akun
"Salah satu juga dengan adanya dugaan Akun akun yang tak bertanggung jawab yang mengajak agar tidak berwisata ke Parapat,Danau Toba dengan adanya banjir bandang baru baru ini, ini kan membuat Image masyarakat yang punya rencana menjadi ragu untuk berwisata,'ujar Amput Sidabutar
Lebih lanjut Amput Sidabutar juga menyampaikan harapan agar kiranya dalam ber sosial media agar lebih arif lah, Dimana dengan adanya berita yang viral tanpa menyampaikan Solusi akan berdampak luas bagi masyarakat yang daerah nya di viral kan.
"Coba di bayangkan, Ketika tingkat kunjungan berkurang ke kawasan danau toba khususnya ke Tomok, berapa banyak masyarakat yang akan terganggu perekonomiannya," ujar Amput Sidabutar.
[Redaktur Hadi Kurniwan]