"Budaya adalah jembatan pemersatu Indonesia. Ketika kita saling mengenal budaya masing-masing, maka rasa saling memiliki akan tumbuh. Dari situlah lahir kepercayaan, kolaborasi, dan akhirnya kesejahteraan masyarakat. Samosir selalu terbuka menjadi rumah bagi seluruh budaya Nusantara," tambah Vandiko.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang terus mendukung pertukaran seni budaya sebagai bagian dari memperkuat persatuan nasional.
Baca Juga:
Wakil Bupati: Pesta Bolon Bukan Sekadar Ajang Berkumpul, Tetapi Menjadi Momentum Mempererat Tali Persaudaraan
Pertemuan ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya kini menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Vandiko-Ariston,
Samosir tidak hanya mempromosikan keindahan Danau Toba, tetapi juga menempatkan budaya sebagai pintu masuk membangun jejaring antardaerah. Langkah tersebut memperkuat citra Samosir sebagai daerah wisata yang ramah dan terbuka terhadap kolaborasi dan mampu menjadi simpul persatuan melalui kebudayaan dan even lainnya.
Pertemuan hangat di Tuktuk Siadong pun menjadi pesan bahwa dari tepian Danau Toba, semangat persaudaraan untuk Indonesia terus dirawat. Ulos yang disematkan bukan sekadar kain adat, melainkan simbol penghormatan, persahabatan, dan harapan agar kolaborasi antara Samosir dan Papua Selatan terus berkembang demi kemajuan bersama.
Baca Juga:
Wakil Bupati Samosir: Penyelenggaraan Festival dan Konferensi Bertaraf Internasional di Kawasan Danau Toba Merupakan Langkah Strategis untuk memperkuat promosi geowisata,
[Redaktur Hadi Kurniawan]