“Selama ini petani hanya bisa menanam satu kali setahun. Dengan adanya PATS, indeks pertanaman diharapkan meningkat menjadi minimal dua kali per tahun,” kata Rajoki.
Sementara itu, Kabid Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara, Budi Batubara, menjelaskan bahwa pemanfaatan energi surya merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi dampak emisi dan perubahan iklim.
Dijelaskan, Pemprovsu dan DPRD Provinsi Sumatera Utara telah mengesahkan Perda Nomor 4 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Energi Daerah, yang salah satu strateginya adalah pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor produktif, termasuk pertanian.
Baca Juga:
Di kegiatan Rapat Paripurna, Pemkab Samosir Bersama DPRD Tetapkan Sebelas Propemperda Tahun 2026
“Pompa air tenaga surya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian dan masa tanam menjadi minimal dua kali setahun. Hingga saat ini, jumlah PATS yang dibangun pemerintah provinsi di Kabupaten Samosir telah mencapai enam unit,” ujar Budi.
Tokoh masyarakat Onan Runggu, Alifender Harianja, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas perhatian terhadap sektor pertanian. Ia berharap bantuan serupa dapat diperluas ke wilayah persawahan lain di Onan Runggu.
“Masih banyak daerah persawahan yang membutuhkan bantuan seperti ini. Semoga ke depan hasil pertanian semakin baik,” ujarnya.
Sekretaris Kelompok Tani Gabe Naniula, Daslon Samosir, mengakui bahwa selama ini petani sangat membutuhkan air untuk mengolah lahan. “Dengan adanya PATS ini, kami bisa mengolah lahan dengan lebih baik,” katanya.
Baca Juga:
Fernando Sitanggang Terpilih Sebagai Ketua Cabor PABERSI Samosir
Ia mengajak seluruh penerima manfaat untuk menghilangkan ego dan bekerja sama dalam merawat fasilitas tersebut. Ia juga berharap pemerintah memperhatikan pembangunan saluran irigasi agar tidak terjadi pengikisan tanah, serta mendukung pengadaan rumah bibit dan pupuk organik.
“Pemakaian pupuk kimia berlebihan bisa membuat tanah menjadi tandus. Kami sedang menggalakkan pertanian berbasis organik,” ujarnya.
Dukungan lahan untuk pembangunan PATS juga diberikan oleh warga setempat, Omri Samosir yang bersedia membebaskan lahan. Ia berharap fasilitas tersebut dirawat dengan baik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.