"Sebagai masyarakat yang berbudaya dan menjunjung nilai kearifan lokal, mari bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,”ucapnya lebih lanjut
Dalam sambutannya Bupati Samosir menjelaskan bahwa pembentukan Kabupaten Samosir merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu diharapkan peningkatan kinerja aparatur dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga:
Mampukah Desa di Kabupaten Samosir Raih Penghargaan Desa Budaya Tingkat Nasional
“Dalam perjalanan 22 tahun ini harus diakui Kabupaten Samosir telah berbenah diri dan terus membangun di tengah berbagai keterbatasan. Ke depan, dukungan dan kinerja maksimal dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan,”ucap Vandiko.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para pemrakarsa, masyarakat perantau, DPRD, lembaga pemerintah, dan pihak swasta atas dukungan yang telah diberikan selama ini.
Pemrakarsa Kabupaten Samosir, Robinson Sinaga, menegaskan bahwa berdirinya Kabupaten Samosir bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan masyarakat. Pembentukan kabupaten ini, menurutnya, bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang sebelumnya tertinggal.
Baca Juga:
Bupati Samosir Meminta Seluruh OPD Mengeksekusi Program Secara Maksimal Tidak Hanya Berpatokan Pada Program yang Ada
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir periode 2016–2021 Juang Sinaga menilai peringatan hari jadi menjadi momentum introspeksi bersama bagi pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Ia mengapresiasi berbagai kemajuan pembangunan yang telah dirasakan, khususnya di sektor pariwisata, namun ia mengingatkan pentingnya pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan beradab.
Mantan Penjabat Bupati Samosir Wilmar E. Simanjorang mengajak masyarakat dan pemerintah tidak hanya bersyukur, tetapi juga berani “melompat” melalui inovasi tanpa merusak alam. Menurutnya, pembangunan Samosir ke depan perlu berpijak pada alam dan budaya, pelayanan manusiawi serta pelayanan publik.
Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019 Rismawati Simarmata dalam kesempatan itu menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi serta mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengapresiasi sikap Pemkab Samosir yang menolak bantuan CSR yang dinilai berpotensi merusak lingkungan.