SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Parbaba, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama DPRD menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Rabu (7/1/2026). Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam kata sambutanya menegaskan bahwa Kabupaten Samosir terus berbenah dan membangun di tengah berbagai keterbatasan melalui penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.
Rapat paripurna dibuka resmi Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon.Dan untuk sejarah singkat berdirinya Kabupaten Samosir dibacakan Asisten Pemerintahan Tunggul Sinaga.
Baca Juga:
Mampukah Desa di Kabupaten Samosir Raih Penghargaan Desa Budaya Tingkat Nasional
Turut hadir di kegiatan Paripurna , Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakil Ketua DPRD Osvaldo Simbolon, Sarhockel M. Tamba, Wakapolres Samosir Kompol B. Napitupulu, Kajari Samosir Satria Irawan, Pabung 0210 TU. Mayor G. Sebayang, Sekdakab. Marudut Tua Sitinjak, Para SAB, Para Asisten, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan pimpinan OPD lainnya, para Camat se-Kab. Samosir, Ketua TP PKK Samosir Kennauli Sinaga, pimpinan Instansi Vertikal.
Sejumlah tokoh Masyarakat turut hadir dalam paripurna tersebut, di antaranya Penjabat Bupati Samosir tahun 2004 Wilmar E. Simanjorang, Wakil Bupati Samosir periode 2016–2021 Juang Sinaga, Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019 Rismawati Simarmata, Wakil Ketua DPRD periode 2009–2014 Lundak Sagala, Wakil Ketua DPRD periode 2019–2024 Pantas M. Sinaga, Pemrakarsa Kabupaten Samosir Robinson Sinaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP/Ormas, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Bupati Samosir juga menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir dan kepada seluruh masyarakat.
Baca Juga:
Bupati Samosir Meminta Seluruh OPD Mengeksekusi Program Secara Maksimal Tidak Hanya Berpatokan Pada Program yang Ada
"Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, saya mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Samosir kepada seluruh masyarakat Samosir di manapun berada,”ucap Bupati Samosir
Bupati Samosir dalam sambutanya juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan momentum hari jadi sebagai sarana refleksi atas apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan demi memperkuat komitmen pembangunan daerah.
Vandiko Gultom juga mengajak masyarakat untuk mengakhiri polarisasi serta memperkuat sinergi dan kerja sama dalam mewujudkan cita-cita pembentukan Kabupaten Samosir.
"Sebagai masyarakat yang berbudaya dan menjunjung nilai kearifan lokal, mari bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan Kabupaten Samosir yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan,”ucapnya lebih lanjut
Dalam sambutannya Bupati Samosir menjelaskan bahwa pembentukan Kabupaten Samosir merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu diharapkan peningkatan kinerja aparatur dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman.
“Dalam perjalanan 22 tahun ini harus diakui Kabupaten Samosir telah berbenah diri dan terus membangun di tengah berbagai keterbatasan. Ke depan, dukungan dan kinerja maksimal dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan,”ucap Vandiko.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada para pemrakarsa, masyarakat perantau, DPRD, lembaga pemerintah, dan pihak swasta atas dukungan yang telah diberikan selama ini.
Pemrakarsa Kabupaten Samosir, Robinson Sinaga, menegaskan bahwa berdirinya Kabupaten Samosir bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan masyarakat. Pembentukan kabupaten ini, menurutnya, bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang sebelumnya tertinggal.
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir periode 2016–2021 Juang Sinaga menilai peringatan hari jadi menjadi momentum introspeksi bersama bagi pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Ia mengapresiasi berbagai kemajuan pembangunan yang telah dirasakan, khususnya di sektor pariwisata, namun ia mengingatkan pentingnya pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan beradab.
Mantan Penjabat Bupati Samosir Wilmar E. Simanjorang mengajak masyarakat dan pemerintah tidak hanya bersyukur, tetapi juga berani “melompat” melalui inovasi tanpa merusak alam. Menurutnya, pembangunan Samosir ke depan perlu berpijak pada alam dan budaya, pelayanan manusiawi serta pelayanan publik.
Ketua DPRD Samosir periode 2014–2019 Rismawati Simarmata dalam kesempatan itu menyampaikan keprihatinan atas bencana alam yang terjadi serta mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengapresiasi sikap Pemkab Samosir yang menolak bantuan CSR yang dinilai berpotensi merusak lingkungan.
"Kami mengapresiasi Bupati Samosir yang menolak CSR Perusak lingkungan , namun kita juga harus berbenah memperbaikinya" kata Risma
Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak semata bersifat seremonial, melainkan harus menjadi momentum evaluasi dan persiapan sumber daya manusia guna mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Usia yang semakin dewasa menuntut kerja keras, sinergi, dan persiapan ekstra agar Kabupaten Samosir semakin sejahtera dan bermartabat,” ujarnya.
[Redaktur Hadi Kurniawan]