SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Ambarita, Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Jum"at (14/08/2026) Seperti yang disampaikan dari Akun WA Chanel resmi Kementerian Pertanian RI disampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Minggu (16/08/2026)
Disampaikan Presiden RI bahwa Swasembada 8 (delapan) komoditas pangan berhasil dicapai dalam 1 (satu) tahun, didukung penurunan harga pupuk 20 persen, penyederhanaan 145 aturan penyaluran pupuk, serta kemudahan akses bagi petani.
Baca Juga:
Pemerintah Pusat Pilih Kabupaten Samosir Sebagai Lokasi Penanaman Bibit Bawang Putih, Guna mendukung Program Nasional Swasembada Bawang Putih
Sementara itu untuk di sektor energi, B50 menjadi langkah menuju swasembada energi. Mulai 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dan diproyeksikan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun. Dimana Swasembada menjadi pijakan untuk terus bekerja lebih keras menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Lebih lanjut seperti disadur dari Akun WA Chanel resmi Kementerian Pertanian RI disampaikan bahwa setelah berhasil mencapai swasembada beras, Indonesia kembali membuka pasar internasional dengan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Pengiriman perdana ini menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan beras Sarawak yang mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, dengan potensi nilai perdagangan hingga Rp3,39 triliun.
Ekspor ini menjadi bukti semakin kuatnya produksi pangan nasional. Dengan stok beras Bulog mencapai 5,2 juta ton, kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas, sementara surplus produksi membuka peluang bagi beras Indonesia menembus pasar global. Lebih dari sekadar perdagangan, terbukanya pasar ekspor berarti peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani Indonesia. Dari sawah Nusantara, beras Indonesia kini melangkah ke pasar dunia.
Baca Juga:
Mega Kapaur Wakili Fakfak ke Tahap Nasional Young Ambassador Agriculture 2026
Setelah berhasil mencapai swasembada beras, Indonesia kembali melangkah ke pasar internasional. Sebanyak 1.000 ton beras premium Indonesia akan dikirim ke Malaysia sebagai langkah awal memenuhi kebutuhan beras di Sarawak yang mencapai sekitar 200.000 ton per tahun. Potensi kerja sama ini memiliki nilai perdagangan hingga sekitar Rp3,39 triliun, sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi petani Indonesia.
Ekspor ini menjadi bukti bahwa kekuatan produksi pangan nasional semakin kokoh. Dari sawah-sawah Indonesia, hasil kerja petani kini tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar global membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi petani dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat pangan, adil, dan makmur.
[Redaktur Hadi Kurniawan