SAMOSIR.WAHANANEWS.CO Simanindo, Viral nya berita terkait akan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami 2 (dua) anak yang menjadi korban, ES (10), siswi kelas V SD, dan MS (9), siswi kelas III SD, disalah satu desa di kecamatan Simanindo.Kamis (09/04/2026)
Adapun kejadian tindak kekerasan yang dialami oleh kedua anak terjadi pada Selasa (07/04/2026) ketika Ayah mereka sedang tidak berada di rumah.
Baca Juga:
Bupati Samosir Hadiri Rapat RUPS Bank Sumatera Utara
Guna menindak lanjuti hal tersebut, Wakil Bupati Samosir Ariston Sidauruk didampingi Asisten III Arnod Sitorus, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Plt. Kadis Sosial dan PMD Dumosch Pandiangan, Camat Simanindo Hans Rikardo Sidabutar, PKK Kab. Samosir dan OPD terkait lainnya lakukan kunjungan kasih langsung ke kediaman keluarga korban
Adapun kunjungan yang dilaksanakan adalah sebagai salah satu bukti bahwa Pemkab Samosir hadir di tengah masyarakat dan juga salah satu bentuk kepedulian dan perhatian pada kedua anak yang mengalami KDRT dan juga dalam memberikan bentuk dukungan moril serta memastikan apakah hak-hak anak tetap berjalan, termasuk pendidikan dan juga dalam rangka membantu pemulihan kondisi psikologis korban.
Wakil Bupati Samosir Ariston Sidauruk memberikan Apresiasi pada wali kelas murid yang melaporkan kejadian KDRT Pada kedua Anak.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Jalin Kolaborasi Dengan BI, Bank Sumut dan Kejari Guna Perkuat Digitalisasi dan Kepatuhan Pajak
Wakil Bupati Samosir di saat kunjungan ketempat tinggal rumah korban menyampaikan bahwa kekerasan terhadap anak maupun perempuan tidak dapat ditoleransi karena melanggar hukum dan akan berdampak serius Khusus nya terhadap perkembangan mental anak.
“Ini harus menjadi pelajaran bagi semua keluarga yang ada di Kabupaten Samosir. Jangan sampai terjadi lagi KDRT, baik kepada istri maupun anak.Diman hak anak dilindungi undang-undang, dan kekerasan fisik memiliki konsekuensi pidana. disini kami sangat prihatin atas kejadian ini,”ucap Ariston Sidauruk
Di kunjungan tersebut, Wakil Bupati Samosir juga mengapresiasi akan keberanian seorang guru DR (wali kelas ES) yang pertama kali merespons dan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Dimana hal terbut adalah salah satu langkah yang baik dimana
peran guru sangat penting dalam melindungi anak dari kekerasan.
“Terima kasih atas kepedulian dan keberanian ibu yang sudah melaporkan kejadian. Ini patut menjadi contoh, semoga semakin banyak guru seperti ibu yang peduli terhadap kondisi anak-anak,”ucap.Wakil Bupati Samosir
Dalam kunjungan tersebut,Wakil Bupati Samosir selain memberikan motivasi dan tali asih kepada kedua korban juga menyatakan komitmen akan pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka hingga lulus sekolah dasar.
Selanjutnya Wakil Bupati Samosir juga meminta peran aktif orangtua, khususnya ayah, untuk memberikan perhatian tidak hanya secara materi, tetapi juga dukungan emosional guna memulihkan trauma anak.
“Anak-anak ini pasti mengalami trauma. Karena itu, perhatian psikologis sangat penting agar kejadian ini tidak meninggalkan dampak jangka panjang,”ucap Ariston Sidauruk
Dijelaskan Wakil Bupati Samosir bahwa Pemkab Samosir akan komitmennya untuk terus hadir dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta memastikan setiap kasus kekerasan ditangani secara serius dan tuntas
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Samosir, Priska Situmorang, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan intensif, baik dari sisi psikologis maupun hukum.Serta menjelaskan bahwa kedua korban telah mendapatkan perawatan medis, termasuk visum, dan akan terus dilakukan pemantauan akan perkembangannya.
“Kami akan terus mendampingi sampai kasus ini tuntas. Jika dalam beberapa hari kondisi luka belum membaik, anak akan kembali dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini fokus utama adalah pemulihan kesehatan dan psikologis anak,”ucap Kadis P3AP2KB
Priska Situmorang juga menyampaikan serta
memastikan bahwa hak-hak anak, termasuk pendidikan, tetap terpenuhi dan keluarga dapat menghubungi pihaknya kapan saja untuk pendampingan.
Ketua PKK Kabupaten Samosir, Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk,Di kunjungan tersebut juga turut menekankan bahwa pentingnya peran keluarga dalam memberikan perlindungan dan kasih sayang kepada anak.
“Anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga dan diayomi. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,”ucap Ketua PKK Kabupaten Samosir
Ketua PKK Kabupaten Samosir di kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada guru yang telah melaporkan kasus tersebut serta mendorong agar semakin banyak tenaga pendidik yang berani bertindak demi keselamatan anak didik.
Sementara dari pihak dinas Pendidikan Kabupaten Samosir memastikan bahwa kedua korban tetap mendapatkan hak pendidikan secara penuh dan dukungan dari pihak sekolah selama masa pemulihan. [Redaktur Hadi Kurniawan]