Ketua DPRD Samosir juga menyampaikan bahwa kewenangan yang diberikan pemerintah saat ini dalam pengelolaan hasil hutan perlu ditinjau dan perlu untuk dipertimbangkan kembali,dimana melihat dampak kerusakan lingkungan yang terjadi,Upaya peninjauan ini dapat disuarakan secara bersama-sama melalui Oppui Ephorus HKBP, dan nantinya dengan harapan HKBP dapat memberi saran ke pemerintah pusat untuk memberi kajian penebangan pohon di Danau Toba
Nasip Simbolon juga menyampaikan bahwa dalam upaya menjaga lingkungan, DPRD dan Pemkab Samosir telah melakukan penertiban Kerambah Jaring Apung (KJA ) guna dapat mengurangi dampak dengan cara penempatan zona khusus.Serta diharapkan agar program pelestarian lingkungan dapat terlaksana seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama, bukan hanya doa saja tetapi harus ada aksi nyata.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Dukung Terobosan HKBP Peduli Alam Kawasan Danau Toba
"Kami DPRD dan Pemkab Samosir akan siap bekerja bersama,kami akan siap untuk menjalin kerjasama dalam menganggarkan pengadaan bibit melalui gereja-gereja,Kita akan melaksanakan kegiatan gotong royong dalam penanaman pohon,"ucap Nasip Simbolon
Alusdin Sihotang Umat dari HKBP Sihotang yang mewakili para korban bencana Alam banjir bandang yang terjadi di Kenegerian Sihotang Tahun 2023 menyampaikan bahwa banjir yang mereka alami waktu itu bersumber dari atas perbukitan,Dimana banjir kala itu,membawa material batu, kayu, lumpur dan pasir yang mengakibatkan 8 (delapan) unit rumah rusak parah dan 1 korban jiwa.Dimana dijelaskan bahwa banjir yang terjadi juga akibat dampak ulah manusia yang melakukan penebangan pohon.
"Kami melihat bahwa titik awal penyebab banjir bandang dengan menggunakan alat drone, dan dilakukan penjajakan selama 3 hari 3 malam ditemukan banyak ulah manusia dan ada juga bencana alam murni", ungkap Alusdin
Baca Juga:
Polres Samosir Respon Cepat Laporan Call Center 110 Dari Masyarakat
Alusdin Sihotang dikesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi pada Pemkab Samosir dalam penanganan banjir kala itu.serta berharap Pemkab Samosir dan Ephorus HKBP dapat menyuarakan akan adanya perusakan hutan ke pemerintah pusat agar dapat mengambil langkah-langkah dalm penanganan.
"Sampai saat ini kami tetap cemas apabila hujan deras, kami takut akan kembali terjadi banjir bandang yang membawa material dari atas perbukitan. Disini kami sangat mendukung langkah dan kegiatan dalam acara doa bersama merawat alam,"ucap Alusdin.
[Redaktur Hadi Kurniawan]