SAMOSIR.WAHANEWS.CO - Ambarita, Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) Selain laksanakan Lokakarya 21-24 Mei 2026 juga akan lakukan kunjungan Wisata ke beberapa destinasi Wisata yang ada di kabupaten Samosir. Hal tersebut disampaikan ketua pelaksana Ir. Charles Sitindaon, MT yang juga Wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, beasiswa dan alumni Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Sabtu (23/05/2026)
Ketua pelaksana kegiatan Ir. Charles Sitindaon menyampaikan APTIK yang berdiri 24 Februari 1985, awalnya dibentuk oleh 4 kampus Katolik: Unpar Bandung, Atma Jaya Jakarta, Sanata Dharma Yogyakarta, Widya Mandala Surabaya yang merupakan metamorfosa dari Majelis Perguruan Tinggi Katolik (MPTK) yang berdiri 1970.
Baca Juga:
Bupati Samosir Sampaikan Tema HARKITNAS 2026 Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
" Lokakarya yang dilaksanakan, Adalah salah satu Agenda Tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah untuk diskusi dan menjalin silaturahmi antar Wakil Rektor, Wakil Direktur. Wakil Ketua, Dimana Tahun ini juga kita lakukan Kunjungan Wisata ke beberapa Destinasi yang ada di kabupaten Samosir,"ucap Charles Sitindaon.
Lokasi kunjungan di Huta Siallagan kecamatan Simanindo
Rektor 3 bidang kemahasiswaan, beasiswa dan alumni Universitas Katolik Santo Thomas Medan tersebut juga menjelaskan bahwa untuk Tema di kegiatan Lokakarya Tahun 2026 "Berjalan Bersama Meningkatkan Kualitas Layanan Kemahasiswaan". Dimana tema tersebut disesuaikan dengan perkembangan pendidikan tinggi saat ini dengan ditandai adanya peningkatan terhadap tuntutan mutu layanan, akuntabilitas tata kelola, serta daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Baca Juga:
Bupati Samosir Gunakan Combine harvester Panen Padi Bersama Masyarakat
"Di sela sela Kegiatan Lokakarya kita juga lakukan kunjungan Wisata, Seperti hari ini kita lakukan kunjungan Wisata ke Destinasi Wisata Huta Siallagan, Dimana APTIK juga turut serta mendukung akan kemajuan Pariwisata Kabupaten Samosir,"ujar Charles Sitindaon lebih lanjut.
Lebih lanjut dijelaskan beliau bahwa Perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan akademik, tetapi juga sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan kerja mahasiswa melalui layanan kemahasiswaan yang berkualitas
Ketua pelaksana kegiatan loka karya Ir. Charles Sitindaon juga menjelaskan bahwa di kegiatan ada beberapa point yang akan dibahas diantaranya.
1. Penegasan akan pentingnya lokakarya sebagai forum silaturahmi, refleksi, koordinasi, dan kolaborasi antar pengelola kemahasiswaan perguruan tinggi anggota APTIK.
2. Penjelasan bahwa layanan kemahasiswaan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi, perubahan karakter mahasiswa, dan tuntutan mutu pendidikan tinggi.
3. Penekanan bahwa layanan kemahasiswaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, pengembangan potensi, kepemimpinan, kesejahteraan, prestasi, dan kesiapan karier mahasiswa.
4. Ajakan untuk membangun budaya pelayanan yang adaptif, kolaboratif, inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa (student experience).
5. Harapan kedepannya agar lokakarya menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices), pengalaman, dan solusi terhadap berbagai persoalan layanan kemahasiswaan di perguruan tinggi.
6. Penegasan pentingnya akan sinergi antar perguruan tinggi anggota APTIK dalam meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan secara berkelanjutan.
7. Harapan agar hasil lokakarya menghasilkan rekomendasi dan langkah strategis yang dapat diimplementasikan di masing-masing institusi.
8. Penekanan nilai khas perguruan tinggi Katolik dalam membentuk mahasiswa yang unggul, berintegritas, humanis, dan peduli terhadap sesama.
"Di kegiatan Wisata bersama peserta Lokakarya ini, Kita juga ingin mengenalkan akan Pariwisata Kabupaten Samosir, Dimana peserta yang hadir 26 Anggota dari berbagai daerah yang ada di Indonesia yang bergabung di APTIK, Dimana harapannya kedepannya para peserta akan turut serta mempromosikan akan Destinasi wisata yang ada di kabupaten Samosir,"ujar Ir. Charles Sitindaon, MT.
[Redaktur Hadi Kurniawan]