SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Tomok, Guna mendukung kemajuan pendidikan dan layanan kemahasiswaan, Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) laksanakan Lokakarya 21-24 Mei 2026 di kabupaten Samosir bertempat di Hotel Samosir Cottage. Lokakarya yang dilaksanakan membawa tema "Berjalan Bersama Meningkatkan Kualitas Layanan Kemahasiswaan". Sabtu (23/05/2026)
Ketua pelaksana Ir. Charles Sitindaon, MT yang juga Wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, beasiswa dan alumni Universitas Katolik Santo Thomas Medan menyampaikan bahwa kegiatan Lokakarya yang di ikuti 26 peserta dari perwakilan daerah yang tergabung ke APTIK merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah untuk diskusi dan menjalin silaturahmi antar Wakil Rektor, Wakil Direktur. Wakil Ketua Fungsi Kemahasiswaan di Lingkungan APTIK.
Baca Juga:
Bupati Samosir Sampaikan Tema HARKITNAS 2026 Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
"Adapun tema dari Lokakarya kita, Guna menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan tinggi saat ini ditandai dengan meningkatnya tuntutan terhadap mutu layanan, akuntabilitas tata kelola, serta daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global,"ucap Ketua pelaksana kegiatan Lokakarya.
Ir. Charles Sitindaon, MT juga menjelaskan bahwa untuk saat ini Perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan akademik, tetapi juga sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan kerja mahasiswa melalui layanan kemahasiswaan yang berkualitas.
Wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, beasiswa dan alumni Universitas Katolik Santo Thomas Medan juga menyampaikan bahwa untuk Layanan kemahasiswaan mencakup berbagai aspek strategis, antara lain pembinaan minat dan bakat, pengembangan soft skills, layanan kesejahteraan mahasiswa, dukungan prestasi akademik dan non-akademik, hingga penguatan karier dan kewirausahaan.
Baca Juga:
Bupati Samosir Gunakan Combine harvester Panen Padi Bersama Masyarakat
Lebih lanjut disampaikan beliau bahwa dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, seperti belum meratanya kualitas layanan antar perguruan tinggi, keterbatasan sistem digital yang terintegrasi, rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan pengembangan diri, serta belum optimalnya sinergi antara unit kerja kemahasiswaan.
Selain itu, perubahan perilaku dan kebutuhan generasi mahasiswa saat ini menuntut adanya inovasi layanan yang lebih adaptif, cepat, dan berbasis teknologi. Perguruan tinggi perlu mengembangkan pendekatan yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman mahasiswa (student experience).
"Untuk itu APTIK sebagai asosiasi perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan kemahasiswaan melalui forum kolaborasi, pertukaran praktik baik (best practices), serta penyusunan kebijakan yang selaras dengan perkembangan zaman,"ujar Charles Sitindaon
Ketua Panitia pelaksana Lokakarya juga mengharapkan dengan terlaksananya Lokakarya kedepannya ada dampak perubahan yang nyata dan berkelanjutan, baik dalam jangka pendek,menengah maupun jangka panjang, Dimana untuk dampak
1. Untuk Dampak Jangka Pendek
a. Meningkatnya pemahaman pengelola kemahasiswaan terhadap standar dan inovasi layanan.
b. Teridentifikasinya permasalahan utama dalam layanan kemahasiswaan di masing-masing perguruan tinggi.
c. Tersusunnya rekomendasi strategis yang dapat langsung diimplementasikan.
d. Terbangunnya jejaring komunikasi dan kolaborasi antar peserta.
2.Untuk Dampak Jangka Menengah
a. Meningkatkan kualitas program kemahasiswaan di masing-masing perguruan tinggi.
b. Meningkatnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non-akademik.
c. Optimalisasi sistem layanan kemahasiswaan berbasis digital.
d. Meningkatnya prestasi mahasiswa baik di tingkat nasional maupun internasional.
3. Untuk Dampak Jangka Panjang
a. Terwujudnya sistem layanan kemahasiswaan yang terstandar, terintegrasi, dan berkelanjutan.
b. Meningkatnya kepuasan dan kesejahteraan mahasiswa.
c. Terbentuknya lulusan yang unggul, berdaya saing/kompeten, dan memiliki karakter yang kuat sesuai jati diri katolik.
d. Penguatan posisi perguruan tinggi anggota APTIK dalam daya saing pendidikan tinggi
Charles Sitindaon juga berharap bahwa melalui Lokakarya APTIK ini dapat tercipta ruang diskusi yang konstruktif untuk mengidentifikasi permasalahan, berbagi solusi inovatif, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang implementatif.
"Dengan adanya kegiatan Lokakarya ini kedepannya diharapkan mampu memperkuat jejaring antar perguruan tinggi dalam upaya bersama meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan secara berkelanjutan,"ujar Wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, beasiswa dan alumni Universitas Katolik Santo Thomas Medan
Charles Sitindaon juga menjelaskan kedepannya dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan setiap perguruan tinggi anggota APTIK dapat mengadopsi dan mengembangkan sistem layanan kemahasiswaan yang lebih efektif, efisien, dan berdampak nyata terhadap peningkatan prestasi serta kesejahteraan mahasiswa.
[Redaktur Hadi Kurniawan]