SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Pangururan Kemajuan pariwisata di Kabupaten Samosir patut diapresiasi. Kunjungan wisatawan terus meningkat, berbagai destinasi semakin dikenal, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ikut terdongkrak. Namun, ada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab secara jujur: berapa besar masyarakat Samosir yang benar-benar merasakan manfaat dari kemajuan itu, Hal tersebut disampaikan Jefry Sitanggang salah satu pemerhati kemajuan pariwisata Samosir., Selasa (14/07/2026)
Beliau menyampaikan bahwa mayoritas penduduk Samosir masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun sayangnya, tidak semua petani yang ada di kabupaten Samosir memiliki lahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dimana banyak yang terpaksa mencari penghasilan tambahan sebagai buruh harian, pedagang kecil, atau pekerjaan lain demi menyambung hidup.
Baca Juga:
Bupati Samosir Usul Opera House di Danau Toba Dimana Kedepannya Akan Dapat Dongkrak Ekonomi Kreatif Masyarakat
Beliau juga menjelaskan bahwa persoalan lain yang tidak kalah berat adalah perubahan cuaca. Dimana musim kemarau yang berkepanjangan membuat banyak lahan tidak dapat ditanami. Bahkan, tanaman yang sudah ditanam pun kerap gagal panen akibat kekeringan. Kondisi inilah yang terus berulang dan semakin membebani kehidupan para petani.
"Untuk itu Pemerintah Kabupaten Samosir diharapkan sangat perlu lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat. Dimana pembangunan tidak boleh hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja,tetapi juga harus memperkuat akan sektor pertanian yang dapat sebagai penopang utama kehidupan sebagian besar warga,"ucap Jefry Tanggang
Disampaikannya bahwa salah satu langkah yang layak dipertimbangkan adalah pemanfaatan lahan APL yang masih luas di kawasan Tele. Dimana ribuan hektare lahan yang belum dimanfaatkan dapat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif. Selain tanahnya yang subur, kondisi iklim di kawasan tersebut relatif lebih lembap sehingga risiko gagal panen akibat kekeringan dinilai lebih kecil dibanding beberapa wilayah lain di Pulau Samosir.
Baca Juga:
Pemkab Samosir Bangkitkan Kearifan Lokal Dengan Adakan Lomba Tor Tor
Apabila potensi ini dikelola secara serius, bukan hanya produksi pertanian yang meningkat, tetapi juga terbuka peluang kerja baru, bertambahnya pendapatan masyarakat, dan meningkatnya ketahanan pangan daerah. Dengan demikian, pembangunan pariwisata dan pertanian dapat berjalan beriringan sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Di sisi lain, DPRD Samosir juga tidak boleh hanya menjadi penonton. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD seharusnya aktif mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada petani, termasuk mengusulkan program pembukaan dan pengelolaan lahan pertanian produktif,"ujar Jefry Tanggang lebih lanjut
Samosir tidak akan benar-benar sejahtera jika keberhasilan pariwisata hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat, sementara petani yang menjadi tulang punggung daerah masih bergelut dengan keterbatasan lahan dan ancaman gagal panen.
"Sudah saatnya pemerintah daerah membangun keseimbangan antara pariwisata dan pertanian. Karena kesejahteraan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan, bukan hanya segelintir orang,"jelasnya.
[Redaktur Hadi Kurniawan]