SAMOSIR.WAHANANEWS.CO - Paebaba, Viral nya berita terkait akan meninggalnya salah satu Siswa SMAN 1 Simanindo kelas X PJS anak dari Tunggul Sidabutar dan Betty Agustina sihombing warga desa Hutaginjang kecamatan Simanindo yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.Kepala dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Samosir Jonson Gultom S.Pd turut Prihatin dan mengucapkan turut berduka cita, Rabu (01/04/2026)
Kadis Pendidikan menyampaikan bahwa dengan adanya kejadian tersebut agar menjadi pembelajaran yang tidak terulang untuk anak siswa SD dan SMP yang berada dibawah naungan dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora ) Kabupaten Samosir.
Baca Juga:
Latih Otak dan Motorik, Pemerintah Hidupkan Lagi Kebiasaan Menulis di Sekolah
"Kita turut prihatin dan berduka cita dengan adanya kejadian tersebut, dan untuk mengetahui akan info apa sebabnya meninggalnya Anak tersebut sebaiknya menanyakan pada pihak kepolisian dan Kacabdis Wilayah VIII,dimana untuk siswa SMA berada dibawah naungan dinas Pendidikan Sumatera Utara," ucap Jonson Gultom
Selanjutnya Kadis pendidikan kabupaten Samosir menyampaikan harapannya agar kiranya jangan terlalu memviralkan dan membuat tanggapan yang berlebihan akan meninggalnya si anak tersebut. Tetapi mari kita saling interopsi diri agar kedepannya anak anak tidak melakukan tindakan senekad yang dilakukan korban
"Mari saling interopsi diri dan saling perhatikan akan jiwa anak anak kita, Kedekatan Anak dan Orang tua serta Komunikasi yang baik sangat dibutuhkan, Baik itu antara Orang tua, Guru dan Anak,"ujar Kadisdikpora kabupaten Samosir
Baca Juga:
Pemanfaatan AI di Sekolah Kini Diatur, Pemerintah Tekankan Kesiapan dan Usia Anak
Orang tua dari Alm.PJS Tunggul Sidabutar dan Betty Agustina sihombing serta adiknya Putri Sidabutar
Kepal dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) dr.Friska Situmorang didampingi , kabid.P3A dan perangkat Desa Hutaginjang telah lakukan kunjungan ke lokasi dan tempat tinggal orang tua korban.
dr.Friska menjelaskan, adapun tujuan kunjungan selain mengucapkan turut berduka cita, juga ingin memastikan apakah hak dari anak tersebut terpenuhi, baik itu dari segi pendidikan dan kebutuhan sekolahnya.
"Nggak benar jika si Anak mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri itu disebabkan akan kebutuhan sekolahnya tidak terpenuhi,Dimana dari penjelasan Orangtuanya , Anak tersebut ketika akan berangkat Sekolah akan diberikan Rp 15.000,- Untuk ongkos bus dan jajannya,"Ujar Kadis P3APPKB.
Kepala Desa Hutaginjang R.Situmorang juga menjelaskan bahwa jika ada informasi yang menyampaikan bahwa kematian warganya ada indikasi tekanan Ekonomi keluarga,itu tidak benar, Dimana Orang tua laki lakinya sebelum nya adalah Karyawan perusahaan Aqua Farm, Perusahaan milik negara Swiss, dan Orang tua korban juga memiliki lahan kebun Kopi.
"Kami dari Pemerintahan desa juga mendukung dan memperhatikan Warga kami dengan memberikan bantuan pada warga yang membutuhkan,"ucap R.Situmorang
Dijelaskan juga bahwa ketika orang tua korban pensiun dari Perusahaan tersebut, Mereka telah mendapat bentuk perhatian dan bantuan Banson dari Pemerintah diantaranya Tahun 2021-2023 penerima PKH,Bedah rumah Tahun 2021,Tahun 2025 BLTS Kesra dan Beras 10kg, Minyak makan 4kg,Tahun 2026 BPNT.
[Redaktur Hadi Kurniawan]